
Manado, 26-27 Desember 2025 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa dalam merespons perubahan iklim, Yayasan Aku Rimba Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kehutanan Daerah (Dishutda) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Lahan dan Penanaman. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Komangaan pada Jumat (26/12).
Bimtek tersebut diikuti oleh 28 peserta yang terdiri atas 8 petani perempuan dan 20 petani laki-laki. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para pemilik lahan terkait tahapan persiapan lahan dan teknik penanaman dalam kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) seluas 50 hektare di Desa Komangaan.
Penanggung Jawab Pelaksanaan Kegiatan Program, Irfan Saputra, menyampaikan bahwa masyarakat telah mengusulkan beberapa jenis bibit yang saat ini tengah dalam tahap pengadaan. Ia menjelaskan bahwa bibit yang diusulkan meliputi durian, alpukat, dan cempaka, yang diperkirakan akan tiba di Desa Komangaan pada pekan ketiga Januari.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai serta Rehabilitasi Hutan dan Lahan Dishutda Sulawesi Utara, Muji Rahayu, menekankan pentingnya peningkatan tutupan lahan sebagai langkah pencegahan bencana.
Ia mengingatkan bahwa berbagai bencana yang telah terjadi menjadi pembelajaran bersama mengenai peran penting tutupan lahan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya perbaikan tutupan lahan di wilayah desa.

Selain itu, Rahayu juga memaparkan secara rinci tahapan persiapan lahan dan teknik penanaman, yang mencakup pembuatan lubang tanam, penyiangan, pendangiran, serta metode penanaman yang tepat agar bibit dapat tumbuh optimal dan tidak mudah mati.
Ia menjelaskan bahwa tahap awal yang perlu dilakukan adalah membersihkan area tanam dan memasang ajir setinggi satu meter yang ditancapkan sedalam 25 sentimeter sebagai penanda lokasi tanaman. Selanjutnya, peserta diarahkan untuk menggali lubang tanam berukuran 30 x 30 sentimeter, dengan memisahkan tanah lapisan atas atau topsoil sekitar 10 sentimeter dari tanah lapisan bawah.
Setelah lubang tanam dibiarkan selama satu minggu, proses penanaman dapat dilakukan. Rahayu mengingatkan agar tanah di dalam polybag terlebih dahulu dipadatkan sebelum polybag dilepas, kemudian bibit ditanam dalam posisi tegak lurus di dalam lubang tanam.
Selain dilaksanakan di Desa Komangaan, Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Lahan dan Penanaman juga diselenggarakan di Desa Kombot, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Kegiatan di desa ini diikuti oleh 21 peserta, yang terdiri dari 2 petani perempuan dan 19 petani laki-laki.

Pelaksanaan bimtek di Desa Kombot Kombot bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sama kepada masyarakat mengenai teknik persiapan lahan dan penanaman dalam rangka mendukung kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Refer and earn up to 50% commission—join now!