Toraja Utara, 3 Desember 2024 – Konsorsium Yaku-PayoPayo berhasil memfasilitasi pembentukan Koperasi Perhutanan Sosial Siangkaran Sangulele, yang akan menjadi pilar penting dalam pengelolaan dan pemasaran produk perhutanan sosial secara berkelanjutan. Kegiatan ini berlangsung di Monica Cafe and Resto, Kecamatan Rantepao, dengan melibatkan para pemangku kepentingan dari berbagai pihak, termasuk Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Toraja Utara, Penyuluh Kehutanan KPH Saddang II, pemerintah lembang, serta perwakilan kelompok perhutanan sosial dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dari lima lembang intervensi program.
Memperkuat Pemasaran Produk Perhutanan Sosial
Koperasi yang dibentuk ini berjenis koperasi pemasaran, yang akan menjadi wadah bagi Kelompok Perhutanan Sosial untuk memasarkan produk mereka secara lebih terorganisir dan berkelanjutan. Selain itu, koperasi ini dirancang untuk menjadi bagian integral dari rantai usaha KUPS, sehingga menciptakan kelembagaan usaha perhutanan sosial yang terintegrasi dan berdaya saing.
“Melalui koperasi ini, kami berharap produk perhutanan sosial, seperti hasil hutan bukan kayu dan komoditas lainnya, dapat dipasarkan dengan lebih efisien dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Thomas Upping, Ketua Koperasi Serba Usaha Petani Kopi Toraja, dalam sesi sosialisasi.

Kesepakatan dan Agenda Penting
Peserta dari Lembang Nanna, Lembang Nanggala, Lembang Basokan, Lembang Sapan Kua-Kua, dan Kelurahan Bokin menyepakati pembentukan koperasi perhutanan sosial dengan nama Koperasi Perhutanan Sosial Siangkaran Sangulele. Nama ini mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen masyarakat dalam menjaga keberlanjutan hutan.
Dalam kegiatan ini, ada empat agenda yang menjadi fokus kegiatan, diantaranya:
- Sosialisasi dan pengenalan koperasi oleh Thomas Upping, yang menjelaskan peran dan manfaat koperasi bagi pengelolaan sumber daya hutan.
- Pemilihan pengurus dan pengawas koperasi, yang dilakukan secara musyawarah mufakat untuk memastikan koperasi dikelola oleh individu yang kompeten dan berintegritas.
- Pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) koperasi, sebagai panduan operasional dan pengelolaan koperasi.
- Perencanaan pemasaran produk perhutanan sosial, yang bertujuan menjadikan koperasi sebagai pusat pemasaran berkelanjutan.
Dengan pembentukan koperasi ini, Konsorsium Yaku-PayoPayo menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui penguatan kelembagaan sosial ekonomi. Koperasi Perhutanan Sosial Siangkaran Sangulele diharapkan mampu menjadi katalisator dalam pengembangan produk perhutanan sosial yang lestari sekaligus memberikan dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat Toraja Utara.

